malang,06 september 2011
pertama-tama biar aku jelaskan. ini adalah satu percakapan hati yang terangkum begitu saja pada media kertas. jadi yang bicara disini adalah aku dan diriku. =)
setiap pindah alinea/paragraf.artinya sisi hatiku yang lain yang bicara,bisa dimengerti?. (bisaa aja deh)
kagum itu wujud kecintaan seseorang kepada sesamanya. tinggal tunggu waktu sebelum yang bersangkutan menyadari unsur cinta dari kekaguman itu. stuju?
enggak.
lo kok enggak?,itu bisa jadi awal yang sempurna buat cinta to?. tinggal masalah waktu apakah kesadaranya akan datang atau dibiarkan mengambang atas nama kekaguman.
beda, kagum itu beralasan,sementara cinta tidak.
hemb,terus posisinya kagum itu sendiri dimana?, lebih dari sekedar cinta. lebih dari sekedar luka. tapi dia bukan cinta apalagi luka. tidak berusaha memiliki, tapi terus saja melihat ke arah yang sama.
kagum tidak menimbulkan luka menurutku.
lantas dimana posisinya?
kagum bukan cinta, kagum juga bukan luka. tidak ingin memiliki tapi juga bukan kerinduan.
kalau bicara soal rasa, kecuali asam,manis,pahit,asin rasanya semua diluar kadar "ngeh" nya aku. dan kekaguman itu bikin sekujur tubuhku menggigil cemburu sendiri.
kagum itu tak serupa cinta,kagum mu hanya akan menggebu sesaat. sementara cinta tak mengenal arti selamanya. waktunya tak terbaca.
konsep tentang kekaguman itu bikin sekujur tubuhku cemburu sendiri. mengagumi cenderung memuja, melihat sebagai makhluk yang istimewa, tapi tetap berlabelkan sekedar kagum. sementara kagum itu sendiri lebih dari sekedar ala kadarnya.
oi,kagum itu lebih dari sekedar ala kadarnya. tunggu cinta macam apa yang sedang kita bahas sekarang?
yang menghasilkan getaran serupa kekaguman. keduaya lebih dari sekedar ala kadarnya. lalu dimana letak percabanganya hingga yang dilabeli sebagai cinta sementara yang lain sebuah kekaguman?,apa hanya karena yang satu mampu diraih dan yang lain tidak?.
kamu pernah mengidolakan tokoh dari sesamamu kan?, banyak yang mengidolakan Lady D, mungirn srimulyani,khadijah atau bahkan ken dedes sekalipun. apa itu kamu sebut sebagai cinta?
lalu bagaimana ketika aku mengidolakan sahabatku?, sebut saja aku menaruh kagum pada si A,teman sepermainanku. aku memandang dia hampir setiap saat, tertawa saat dia tertawa, hanya karena aku menemukan alasan atas bahagiaku apa itu hanya sekedar kagum?. bisa jadi itu juga cinta kan??
kalo tokohnya dari orang yang dekat dengan lingkunganmu sendiri,kesanya jadi blur kan?. itu bisa meledak kapan saja,kecuali kalau kita sendiri yang terus menahanya, membentuk nya menjadi kagum. ini yang mau aku tahu, ada unsur menahan disini, apa kalo di lepaskan itu juga akan menjalar jadi cintta?
tidak selalu, bisa saja. tapi tidak ada hukum pasti yang menjelaskan tentang itu.
kagum itu hanya antara sang pengagum dengan idolanya, ada semesta sendiri. sekalipun transparan, itu tetap terpisah dariku dan nyata nya jagad raya. mereka dalam kratonya sendiri.
ya seperti itulah,
lantas boleh aku cemburu??
tidak, karena cemburu adalah milik cinta bukan kagum.
lalu?
pastikan dulu itu sekedar kekaguman.
aaaah,dari tadi ini berbelit belit. bagaimana cara membuktikanya? dengan waktu?, lantas harus ku teukan dia sudah jatuh cinta begitu dalam pada idolanya, dia dalam tabir yang tertembus aku?,lantas aku hanya bisa mengikhlaskan??,bodoh benar cinta.
memang itu siklusnya.
waktu yang akan membantu kamu,dia dan semua,mengerti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar