Jumat, 16 Desember 2011

mr.caveman

hujan turun dengan derasnya,kemarin.
tetes yang jatuh membentuk satu irama,satu isyarat yang tak mampu di terima indera secara nyata.
hanya tanda-tanda sederhana, hanya sebatas aksara yang terbata, mengurai makna.

dan aku menjadi bagianya.

menjadi rangkaian aksara yang terbata,
menjadi rentetan kata yang tanpa makna.

aku berdiri mematung,membiarkan setiap iramanya menyatu 
dengan denyut yang kian melemah,kian jauh dari detaknya.

untuk ke dua kalinya aku mengalami kekalahan sebagai mauusia,
tragis.
hanya orang bodoh yang tidak mampu menjelaskan keinginanya,
mempertahankan kemauanya,menunjukan hatinya, menerangkan cintanya.
dan mungkin aku salah satunya.
yaaa,aku memang salah satunya.

baru saja,
benar benar baru sejenak,aku merasa menjadi aku,
dihargai utuh sebagai individu,
tanpa perlu berubah penurut,tanpa perlu berubah manis,
cukup aku.
cukup aku dan dia selalu akan tersenyum menyambut kedatanganku,
dengan hanya cukup menjadi aku.

pernah kamu merasa sangat ingin melempar keluar baterai jam dinding hanya demi membiarkan waktu terdiam sejenak?
pernah kamu merasa hanya ingin diam,melingkarkan lenganmu di tubuh seseorang, lantas memeluknya kuat,meletakanya dekat dengan detak?
pernah kamu merasa hanya ingin berjam-jam bersadar di bahu seseorang,imenciumi pundaknya,memenuhi rongga dadamu dengan aromanya?
pernah kamu merasa ingin menghirup asap rokok sebanyak yang kamu mampu,sebanyak yang kamu bisa lalu mebiarkan ada sebilah noda membekas di antara pulmo mu?
pernah kamu merasa begitu jatuh cinta?begitu nyaman?

aku pernah,
AKU PERNAH!
AKUUU PERNAAAAAH!!!!

aku jatuh cinta.
dan di saat yang nyaris sama.
aku kehilangan.

jatuh cinta pada pandangan pertama,kedua,ketiga 
dan seterusnya sampai mati.
dan di saat yang sama,
aku patah hati pada pandangan pertama,kedua,ketiga,
dan mudah mudahan tidak perlu sampai mati

[malang,16 desember 2011][singgih prima ananda]