Jumat, 27 Agustus 2010

inilah egoku

Malang,27 Agustus 2010

Sebut saja ini sebuah ego. Aku terus berpijak di sisiku dan terus membuat kamu berada pada posisi sulit. Selalu membuta kamu berada pada posisi serba salah.

Aku tahu kamu juga jengah melihat sikapku. Aku sendiri bosan berkaca pada cermin ini. Semua bias,pias. Hanya membuat luka. Ego ku akan terus membuat mu sakit, akan terus membuat aku terus berdarah. kenapa kamu tidak membuat barikade besar dan menjauh dari aku. dengan begitu,kita akan mengurangi beban masing masing.

Hatiku bukan batu. Bisa jadi lebih keras dan kaku,bisa juga lebih lunak. Jika kamu teteskan air itu sedikit demi sedikit,maka akan butuh waktu yang sangat amat lama untuk membuatnya berlubang. bahkan mungkin tak akan pernah berlubang. Tapi jika kamu tumpahkan semua,hanya akan membuatku tenggelam dan mati 

Jumat, 09 April 2010

pra PMDK

Ternyata beginilah rasanya. Baru aku tahu semarak rasa di dada setelah aku alami semua.
Aku kira aku mampu hadapi segalanya,nyatanya semua hanya omong kosongku sendiri.
Aku juga manusia yag punya rasa takut dan rendah diri. Aku merasa dunia akan menelanku bulat bulat saat ini juga.
Ada air mata yang tak bisa keluar,rasanya kian tersiksa.
Ini lebih dari sekedar cinta yang menanti. Ini tentang harapan. Ini soal masa depan. Ini soal sebuah pembuktian diri,bahwa aku juga mampu.
Inginya aku buktikan pada dunia,inilah aku.
Tapi tak pernah mudah untuk melakukan itu semua.
Sumpah aku ingin memekik kencang,keras,hingga semua telinga mendengar hempas dadaku. Aku galau,aku takut. Aku hanya bisa diam,berkata iya dan tidak tanpa ada gerakan selain gelengan dan anggukan.
Dalam dada ini sedang ada pesta pora,semua rasa menyemarakan pesta. Semua berbaur jadi satu,hingga tak sedikitpun warna mampu terdefiisi kecuali hitam, Hanya hitam.
Semua bersatu berkumpul dalam satu titik,lalu menghujam kencang tepat di pusat. aku terluka tapi tak berdarah.Aku gelisah,makin gelisah dan kian gelisah. pada siapa harus kubagi gelisah ku?