entah kenapa hatiku selalu terlambat mensekresi enzim-enzim untuk melumat habis semua kenangan. entah memang kerja metabolismeku yang kian memburuk seiring menuanya usiaku. atau mungkin kenangan itu memang terlalu manis untuk di urai satu persatu dalam rentetan molekul yang lalu akan di rombak lagi nantinya.
entah.
rasanya urat-urat di sekujur kakiku menegang. memendek setiap kali langkahku mulai menjauh. rasanya ada serangkaian konspirasi dalam tubuhku,mulai dari ujung ujung otat dan ligamen,sampai pada neuoron dan akson,bahkan dendrit-dendrit yang hanya lembaran buluh pun ikut dalam agresi masal ini. badanku melakukan konfrontasi hebat,setiap kali aku mulai berpikir untuk memberi jarak antara jarak yang sudah terbangun.
ahahahaha,aku ingin berjarak dengan jarak,bukan salah ketik. silahkan mahfumi sendiri maknanya.
setiap kali aku berusaha menarik tuas,untuk menutup aksesku menuju kamu, di saat yang sama,segala keindahan yang entah selama ini tersembunyi dimana, mulai menampakan rupa. satu persatu menghajar alam sadarku, membuat keraguan memberangus sebagian besar nyaliku.lalu aku mulai menciut dalam sepi. aku masih terlalu takut untuk melepaskan peganganku. rasanya gamang ketika nanti tanpa kamu. rasanya tak terbayang jika nanti tanpa kamu.
aku bukan sedang merajuk, tidak. aku hanya mengatakan apa yang berloncatan dalam hati. seperti partikel partikel listrik yang memercikan api ketika putus dari sambungan kabel isolatornya.
aku sayang kamu.
tak cukupkah bagimu itu untuk bertahan disini?
aku sayang kamu.
tak bisakah itu kamu pegang erat dan tetap bertahan disini?
aku sayang kamu.
tak mampukah itu mengganti kecewamu dan membuat kamu tetap bertahan disini?
aku sayang kamu.
tak bisakah itu menjadi alasan bagimu untuk berkata "aku juga".
aku sayang kamu,
dan memang selalu begitu.
aku sayang kamu.
Rabu, 28 September 2011
Jumat, 09 September 2011
perahu kertas
pertama-tama lipatlah sebuah kertas menjadi dua bagian sama besar secara horizontal. kau akan menemukan makna bahwa segala sesuatu pada mulanya selalu merupakan persinggungan dari dua hal,dua peristiwa, dua kekuatan, dua orang yag bertemu atau dipertemukan.
kita tak akan pernah menemukan arti kebahagiaan tanpa terlebih dalu bersinggungan dengan rasa sakit-rasa perih.seperti kita maklumi, Adam akan kesepian tanpa hawa, dan kisah hidup manusia tak mungkin dimulai. barangkali waktu jadi beku dan semesta hanyalah ruang hampa yang tak memiliki apa-apa. hidup tak mencipta gerak,gerak tak menyusun peristiwa,dan peristiwa tak pernah membentangkan kisah macam apapun.
maka,lipatlah sebuah kertas menjadi dua bagian yang sama. pertemukanlah antara satu sisi dengan sisi lainya. lihatlah kau mulai mencipta gerak, dan kau segera tahu bahwa peristiwa-peristiwa hidup berikutnya akan segera dimulai-sebuah lakon mulai dimainkan.
kemudian lipatlah kertas yang terlipat dua tadi dengan sebuah lipatan lain secara vertikal. maka kau akan menjumpai kenyataan bahwa peristiwa selalu merupakan resultan dari persinggunga titik-titik takdir yang dimiliki sejumlah orang.
seseorang memiliki takdirnya sendiri sebagaimana seseorang lainya. takdir mereka berjalan berdasarkan natur tertentu, pada track tertentu, sampai pada sebuah kemungkinan tertentu bahwa mereka berpapasan, beririsan, bersnggungan dengan yang lain. Disanalah Adam menemukan makna "pertemuan", sebgaimana pertama kali ia menjumpai hawa pada tatapan pertamanya di surga-yang membuat detik kehidupanya berdetak. disanalah hidup dimulai sebagai fusi sinergis yang harmonis antara takdir seseorang dengan yang lainya.
kini lepaskanlah lipatan yang ke dua,maka kau akan menemukan sebuah pola berupa garis lurus vertikal. garis itulah yang akan menjadi "gurat" yang menentukan peristiwa-peristiwa berikutnya. semacam jejak yang ditinggalkan sebab memang "harus" ditinggalkan. gurat itulah yang akan menuntun hidup pada sebuah kerja perbaikan, upaya menentukan "sikap yg lain".
Adam dan hawa terusir dari surga setelah menggigit buah pengetahuan,lalu surga menjelma semacam "jejak" atau "gurat" bagi seluruh "kerja perbaikan", taubat, mereka berdua dalam rangka menempuh hidup mereka selanjutnya. kelak, jejak itu pulalah yang senantiasa mereka lacak sepajang hidupnya,"pulang".
tariklah sisi kiri dan kanan atas kertas tadi menjadi sebuah lipatan berbentuk segitiga-pertemukanlah ujung lipatannya tepat di tengah-tengah garis vertikal tadi. inilah perjalanan kembali melacak jejak,setelah perpisahan,kadang hidup memang harus dijalani dengan keteguhan dan pilihan hati masing-masing-sampai suatu hari kita bertemu kembali atau dipertemukan kembali. Itulah yang dirapalkan Adam dan Hawa dalam pengembaraan mereka masing-masing untuk "saling menemukan". hingga kelak mereka kembali bertemu-atau dipertemukan-di gunung cahaya,jabal Nur.
pada bagian bawah yang tersisa,buatlah lipatan segitiga kecil hingga ujungnya bersinggungan dengan segitiga diatasnya. lakukan di kedua sisinya. hingga kau mendapati sebuah segitiga sama kaki berbentuk mirip caping petani.
tuan/nona/nyonya.pada suatu titik tertentu,seperti sekarang,kau akan melihat hidup sebagai konfigurasi peristiwa pada giliranya membentuk sebuah kontinen makna.seperti bentuk yang kau dapatkan sejauh ini-dari kerja melipat-lipat yang kau lakukan. kau cukup bahagia sejauh ini,bukan?. Ya begitulah,ada beberapa peristiwa yang membuatmu sedih,bebas,bahagia, atau hampa. di sini, barangkali memaknai hidup sama seperti menikmati sebuah lukisan abstrak. kadang hidup bukan dihitung,tapi untuk diperhitungkan.bukan untuk dipikir tapi untuk dirasakan. seperti menebak judul lukisan abstrak, kadang hidup tak perlu di beri "judul" cukup di jalani saja.
ada sebuah ruang yang tercipta di tengah bentuk segitiga sama kaki tadi. bukalah dari bagian bawahnya lalu pertemukan sudut kiri bawah dengan kanan bawahnya, kau akan mendapati sebuah bentuk lain: wajik. inilah bagian yang terpenting dari keseluruhan perjalanan,saat setiap ruas saling menggenapkan. saat satu peristiwa menghubungkan diri dengan peristiwa lainya hingga terbaca sebagai sebuah cerita.
peristiwa yang membuatmu tertawa terbahak-bahak pada suatu hari,membuatmu tersenyum getir pada hari lainya. peristiwa yang pernah membuatmu senggugukan barangkali juga menjadi peristiwa yang membuatmu merasa bebas diwaktu lain.
hh,tak ada yang abadi kecuali ketidak abadian itu sendiri. kebahagian hanyalah satu sisi dari wajah lain kesedihan, seperti "tertekan" kadang-kadang juga merupakan nama lain dari "bebas". dibagian seperti ini, seseorang yang rela membaca kembali jejak dan peristiwa yang tertinggal akan bisa membaca hampir secara keseluruhan peristiwa-cerita yang (hampir) utuh. ketika seluruh cerita terbaca,seluruh peristiwapun terlacak.
pada bagian akhir, lipatlah bawah wajik itu ke atas-lakukan juga pada bagin sebaliknya. kau akan mendapati segitiga yang lain, lalu lakukan hal yang sama seperti ketika kau melipat bagian bawah segitiga menjadi bentuk wajik. kini kau punya bentuk wajik yang indah, yang merupakan konfigurasi apik dari lipatan demi lipatan. tepat di bagian atas,kau memiliki dua bagian rekah seprti kuncup, tariklah kuncup itu menjauh. dan kau akan mendapati perahu kertas....,
disana, sadarilah tuan/nona/nyonya,setiap detiknya, hidup adalah perjalanan menemukan bentuk. seberapa jauh manusia harus berjalan untuk di sebut manusia?,brapa peristiwa yang harus dialami untuk bisa mengerti semuanya?,hanya kamu yang tahu,setiap orang punya kuasa atas hidupnya sendiri-sendiri,atas perahu kertasnya sendiri-sendiri,
selanjutnya tiap orang pasti butuh teman berlayar. itulah sebabnya aku butuh kamu,seseorang yang akan menemaniku berlayar,melacak jejak "pulang". menuju Nya.
kita tak akan pernah menemukan arti kebahagiaan tanpa terlebih dalu bersinggungan dengan rasa sakit-rasa perih.seperti kita maklumi, Adam akan kesepian tanpa hawa, dan kisah hidup manusia tak mungkin dimulai. barangkali waktu jadi beku dan semesta hanyalah ruang hampa yang tak memiliki apa-apa. hidup tak mencipta gerak,gerak tak menyusun peristiwa,dan peristiwa tak pernah membentangkan kisah macam apapun.
maka,lipatlah sebuah kertas menjadi dua bagian yang sama. pertemukanlah antara satu sisi dengan sisi lainya. lihatlah kau mulai mencipta gerak, dan kau segera tahu bahwa peristiwa-peristiwa hidup berikutnya akan segera dimulai-sebuah lakon mulai dimainkan.
kemudian lipatlah kertas yang terlipat dua tadi dengan sebuah lipatan lain secara vertikal. maka kau akan menjumpai kenyataan bahwa peristiwa selalu merupakan resultan dari persinggunga titik-titik takdir yang dimiliki sejumlah orang.
seseorang memiliki takdirnya sendiri sebagaimana seseorang lainya. takdir mereka berjalan berdasarkan natur tertentu, pada track tertentu, sampai pada sebuah kemungkinan tertentu bahwa mereka berpapasan, beririsan, bersnggungan dengan yang lain. Disanalah Adam menemukan makna "pertemuan", sebgaimana pertama kali ia menjumpai hawa pada tatapan pertamanya di surga-yang membuat detik kehidupanya berdetak. disanalah hidup dimulai sebagai fusi sinergis yang harmonis antara takdir seseorang dengan yang lainya.
kini lepaskanlah lipatan yang ke dua,maka kau akan menemukan sebuah pola berupa garis lurus vertikal. garis itulah yang akan menjadi "gurat" yang menentukan peristiwa-peristiwa berikutnya. semacam jejak yang ditinggalkan sebab memang "harus" ditinggalkan. gurat itulah yang akan menuntun hidup pada sebuah kerja perbaikan, upaya menentukan "sikap yg lain".
Adam dan hawa terusir dari surga setelah menggigit buah pengetahuan,lalu surga menjelma semacam "jejak" atau "gurat" bagi seluruh "kerja perbaikan", taubat, mereka berdua dalam rangka menempuh hidup mereka selanjutnya. kelak, jejak itu pulalah yang senantiasa mereka lacak sepajang hidupnya,"pulang".
tariklah sisi kiri dan kanan atas kertas tadi menjadi sebuah lipatan berbentuk segitiga-pertemukanlah ujung lipatannya tepat di tengah-tengah garis vertikal tadi. inilah perjalanan kembali melacak jejak,setelah perpisahan,kadang hidup memang harus dijalani dengan keteguhan dan pilihan hati masing-masing-sampai suatu hari kita bertemu kembali atau dipertemukan kembali. Itulah yang dirapalkan Adam dan Hawa dalam pengembaraan mereka masing-masing untuk "saling menemukan". hingga kelak mereka kembali bertemu-atau dipertemukan-di gunung cahaya,jabal Nur.
pada bagian bawah yang tersisa,buatlah lipatan segitiga kecil hingga ujungnya bersinggungan dengan segitiga diatasnya. lakukan di kedua sisinya. hingga kau mendapati sebuah segitiga sama kaki berbentuk mirip caping petani.
tuan/nona/nyonya.pada suatu titik tertentu,seperti sekarang,kau akan melihat hidup sebagai konfigurasi peristiwa pada giliranya membentuk sebuah kontinen makna.seperti bentuk yang kau dapatkan sejauh ini-dari kerja melipat-lipat yang kau lakukan. kau cukup bahagia sejauh ini,bukan?. Ya begitulah,ada beberapa peristiwa yang membuatmu sedih,bebas,bahagia, atau hampa. di sini, barangkali memaknai hidup sama seperti menikmati sebuah lukisan abstrak. kadang hidup bukan dihitung,tapi untuk diperhitungkan.bukan untuk dipikir tapi untuk dirasakan. seperti menebak judul lukisan abstrak, kadang hidup tak perlu di beri "judul" cukup di jalani saja.
ada sebuah ruang yang tercipta di tengah bentuk segitiga sama kaki tadi. bukalah dari bagian bawahnya lalu pertemukan sudut kiri bawah dengan kanan bawahnya, kau akan mendapati sebuah bentuk lain: wajik. inilah bagian yang terpenting dari keseluruhan perjalanan,saat setiap ruas saling menggenapkan. saat satu peristiwa menghubungkan diri dengan peristiwa lainya hingga terbaca sebagai sebuah cerita.
peristiwa yang membuatmu tertawa terbahak-bahak pada suatu hari,membuatmu tersenyum getir pada hari lainya. peristiwa yang pernah membuatmu senggugukan barangkali juga menjadi peristiwa yang membuatmu merasa bebas diwaktu lain.
hh,tak ada yang abadi kecuali ketidak abadian itu sendiri. kebahagian hanyalah satu sisi dari wajah lain kesedihan, seperti "tertekan" kadang-kadang juga merupakan nama lain dari "bebas". dibagian seperti ini, seseorang yang rela membaca kembali jejak dan peristiwa yang tertinggal akan bisa membaca hampir secara keseluruhan peristiwa-cerita yang (hampir) utuh. ketika seluruh cerita terbaca,seluruh peristiwapun terlacak.
pada bagian akhir, lipatlah bawah wajik itu ke atas-lakukan juga pada bagin sebaliknya. kau akan mendapati segitiga yang lain, lalu lakukan hal yang sama seperti ketika kau melipat bagian bawah segitiga menjadi bentuk wajik. kini kau punya bentuk wajik yang indah, yang merupakan konfigurasi apik dari lipatan demi lipatan. tepat di bagian atas,kau memiliki dua bagian rekah seprti kuncup, tariklah kuncup itu menjauh. dan kau akan mendapati perahu kertas....,
disana, sadarilah tuan/nona/nyonya,setiap detiknya, hidup adalah perjalanan menemukan bentuk. seberapa jauh manusia harus berjalan untuk di sebut manusia?,brapa peristiwa yang harus dialami untuk bisa mengerti semuanya?,hanya kamu yang tahu,setiap orang punya kuasa atas hidupnya sendiri-sendiri,atas perahu kertasnya sendiri-sendiri,
selanjutnya tiap orang pasti butuh teman berlayar. itulah sebabnya aku butuh kamu,seseorang yang akan menemaniku berlayar,melacak jejak "pulang". menuju Nya.
Selasa, 06 September 2011
karena,,,,,,
aku merajuk,karena,,,
aku manja,karena,,,
aku mengikat kamu disini,karena,,,
karena apa,akupun tak mengerti
tubuhku secara otomatis memerintahkan demikian
mungkin,,,
mungkin karena itu kamu,
ya benar,mungkin memang demikian
mungkin karena itu kamu.
kamu
kamu,orang di seberang lautan
tolong diam sejenak,
biar aku menikmati keberadaanmu
dengan caraku
lalu datanglah kemari, biar kudekap kamu
rasakan setiap jengkal kulitku yanga merindu,kamu
mahfumkan di benakmu,hembusan yang mengudara di sepanjang lehermu
khitmadkan dalam ingatanmu,tiap ruas jemariku yang membelai kamu,rindu
setelah itu,lenganku akan melonggar,
memberikanmu ruang untuk diam atau segera beranjak.
orang yang (rencananya) akan ku nikahi mendadak menjadi orang asing, yang setiap waktunya seolah berontak minta di bebaskan.
orang yang bertahun-tahun aku panggil papa,dalam sekejap mata menjadi orang lain,yang sama sekali tak aku kenali.
dan mama, mama orang yang seumur hidupnya ada buatku bersandar kala jatuh, yang selalu ada memeluk aku manja. tiba-tiba berubah kaku,mematung, dingin seperti pahatan es.
mendadak semua yang aku tahu, yang aku kenal menjadi asing buatku.
gugurnya daun,
desirnya angin,
mendung, bahkan gerimis yang biasanya jadi kecintaanku.
sosok dalam cermin itupun tak luput dari virus "mendadak aneh". sosok di cermin itu seharusnya aku, dan memang begitulah pada prinsipnya. tapi benarkah seperti itu rupaku?
aku mulai ragu. aku mulai menyanksikan segala hal. segala rupa kehidupan, termasuk yang terpantul dari cermin itu. termasuk kehidupanku sendiri.
pernahkah kamu rasa orang yang biasanya mengelilingi kamu, ada di sisimu. menjadi sama membingungkanya dengan keberadaan alien?.
anakmu, kekasihmu,istri atau mungkin suami mu, menjadi sekedar potret kabur, dimana sosok dalam foto itu rasanya pernah kamu kenal baik, dulu.
lalu kamu mulai mempertanyakan eksistensi mereka. lalu menjadi limbung atas keberadaanmu sendiri.
sumpah, aku tidak sedang marah, tidak pada siapapun. tidak pada mama,papa,orang-orang itu, tidak juga pada diriku sendiri. aku juga tidak sedang berusaha melarikan diri, memangnya aku harus lari dari apa dan hendak kemana?,lagipula tempat apa yang mampu menyembunyikan aku dari "aku"?. aku juga bukan seorang yang tengah melakukan perawatan medis,aku tidak sedang gila,mencoba gila. bahkan aku tak sedang berminat untuk menjadi gila. yakinlah dengan hal itu.
aku hanya ingin disini sendirian,
sumpah bukan karena amarah,iri,dengki atau hal serupanya. mungkin aku hanya sedang limbung, jiwaku sedang kembung. terlalu banyak angin menderu dan menerpa batas sadarku belakangan ini.
tapi sumpah aku masih memegang kendali atas diriku. aku masih belum kehilangan batas sadarku. aku masih baik-baik saja secara fisik maupun kejiwaan. sekali lagi yakinilah itu.
hanya saja sebagiandari jiwaku merajuk.
memohon ruang dan waktu ekstra kali ini. untuk terkapar sendiri disini. diam dan duduk manis.
hanya demi menunggu mereka, semua substansi itu datang menjemputku, dan memastikan segalanya masih akan sama buatku. masih ada tempat buatku di dunia nya,dunia mereka. di tempat yang aku sebut keluarga maupun di rongga yang aku panggil hati.
aku harap mereka mampu menjelaskan, apakah aku yang mendadak jadi alien dalam ruang sadar mereka atau mereka yang baru saja mlungsungi, berganti kulit. hingga aku rasa begitu asing dengan sosok-sosok itu.
aku masih akan disini. diam dan duduk manis,
hanya demi menunggu satu penjelasan.
orang yang bertahun-tahun aku panggil papa,dalam sekejap mata menjadi orang lain,yang sama sekali tak aku kenali.
dan mama, mama orang yang seumur hidupnya ada buatku bersandar kala jatuh, yang selalu ada memeluk aku manja. tiba-tiba berubah kaku,mematung, dingin seperti pahatan es.
mendadak semua yang aku tahu, yang aku kenal menjadi asing buatku.
gugurnya daun,
desirnya angin,
mendung, bahkan gerimis yang biasanya jadi kecintaanku.
sosok dalam cermin itupun tak luput dari virus "mendadak aneh". sosok di cermin itu seharusnya aku, dan memang begitulah pada prinsipnya. tapi benarkah seperti itu rupaku?
aku mulai ragu. aku mulai menyanksikan segala hal. segala rupa kehidupan, termasuk yang terpantul dari cermin itu. termasuk kehidupanku sendiri.
pernahkah kamu rasa orang yang biasanya mengelilingi kamu, ada di sisimu. menjadi sama membingungkanya dengan keberadaan alien?.
anakmu, kekasihmu,istri atau mungkin suami mu, menjadi sekedar potret kabur, dimana sosok dalam foto itu rasanya pernah kamu kenal baik, dulu.
lalu kamu mulai mempertanyakan eksistensi mereka. lalu menjadi limbung atas keberadaanmu sendiri.
sumpah, aku tidak sedang marah, tidak pada siapapun. tidak pada mama,papa,orang-orang itu, tidak juga pada diriku sendiri. aku juga tidak sedang berusaha melarikan diri, memangnya aku harus lari dari apa dan hendak kemana?,lagipula tempat apa yang mampu menyembunyikan aku dari "aku"?. aku juga bukan seorang yang tengah melakukan perawatan medis,aku tidak sedang gila,mencoba gila. bahkan aku tak sedang berminat untuk menjadi gila. yakinlah dengan hal itu.
aku hanya ingin disini sendirian,
sumpah bukan karena amarah,iri,dengki atau hal serupanya. mungkin aku hanya sedang limbung, jiwaku sedang kembung. terlalu banyak angin menderu dan menerpa batas sadarku belakangan ini.
tapi sumpah aku masih memegang kendali atas diriku. aku masih belum kehilangan batas sadarku. aku masih baik-baik saja secara fisik maupun kejiwaan. sekali lagi yakinilah itu.
hanya saja sebagiandari jiwaku merajuk.
memohon ruang dan waktu ekstra kali ini. untuk terkapar sendiri disini. diam dan duduk manis.
hanya demi menunggu mereka, semua substansi itu datang menjemputku, dan memastikan segalanya masih akan sama buatku. masih ada tempat buatku di dunia nya,dunia mereka. di tempat yang aku sebut keluarga maupun di rongga yang aku panggil hati.
aku harap mereka mampu menjelaskan, apakah aku yang mendadak jadi alien dalam ruang sadar mereka atau mereka yang baru saja mlungsungi, berganti kulit. hingga aku rasa begitu asing dengan sosok-sosok itu.
aku masih akan disini. diam dan duduk manis,
hanya demi menunggu satu penjelasan.
Senin, 05 September 2011
no tittle
atas nama ratu pesona
yang menaungi indah pada parasnya
aku memuji,bukan memuja
atas nama serpihan kuasaNya
yang mengukir lekuk elok sempurna
serupa tejamaya
membawa damai sejahtera
bagi indra yang menatap,menyentuh,merengkuh,memeluknya,
aku memuji,bukan memuja.
Gusti,
aku mengikhlas rasa yang bersemayam,
untuk kau jandakan hari ini,besok,lusa,atau kapanpun.
semoga dia Kau Jaga.
do'a ku
malang,03 september 2011
Gusti,
mungkin ini titik diman au harus berhenti egois. mementingkan hatiku.
aku tidak bisa memminta sesorang yang jengah dengan laku ku untuk selalu berada di sisiku.
aku tidak bisa memaksakan hatinya.
sekalipun rancang biru itu begitu indah dan sumpah, aku ingin memilikinya.
tapi kehendakMu adalah aturan main yang tidak dapat di patahkan.
Gusti,
beri aku kemampuan yang sama besar untuk mundur,melangkah kebelakang teratur. sama seperti ketika aku berlari menyambutnya dulu.
Gusti,
beri aku kemapuan yang sama untu menghapusnya, sama seperti ketika aku dengan bersemangat menulis kisah dan cerita tentangnya.
disaksikan senja ini, aku mengikhlaskan dia dan apa yang akan terjadi setelah ini.
ternyata baru sekedar punggung ayam yang aku tahu.
masih banyak yang aku buta kan selama ini, dan cinta ini tak cukup besar untuk membuatnya tetap bertahan disisiku.
kekaguman
malang,06 september 2011
pertama-tama biar aku jelaskan. ini adalah satu percakapan hati yang terangkum begitu saja pada media kertas. jadi yang bicara disini adalah aku dan diriku. =)
setiap pindah alinea/paragraf.artinya sisi hatiku yang lain yang bicara,bisa dimengerti?. (bisaa aja deh)
kagum itu wujud kecintaan seseorang kepada sesamanya. tinggal tunggu waktu sebelum yang bersangkutan menyadari unsur cinta dari kekaguman itu. stuju?
enggak.
lo kok enggak?,itu bisa jadi awal yang sempurna buat cinta to?. tinggal masalah waktu apakah kesadaranya akan datang atau dibiarkan mengambang atas nama kekaguman.
beda, kagum itu beralasan,sementara cinta tidak.
hemb,terus posisinya kagum itu sendiri dimana?, lebih dari sekedar cinta. lebih dari sekedar luka. tapi dia bukan cinta apalagi luka. tidak berusaha memiliki, tapi terus saja melihat ke arah yang sama.
kagum tidak menimbulkan luka menurutku.
lantas dimana posisinya?
kagum bukan cinta, kagum juga bukan luka. tidak ingin memiliki tapi juga bukan kerinduan.
kalau bicara soal rasa, kecuali asam,manis,pahit,asin rasanya semua diluar kadar "ngeh" nya aku. dan kekaguman itu bikin sekujur tubuhku menggigil cemburu sendiri.
kagum itu tak serupa cinta,kagum mu hanya akan menggebu sesaat. sementara cinta tak mengenal arti selamanya. waktunya tak terbaca.
konsep tentang kekaguman itu bikin sekujur tubuhku cemburu sendiri. mengagumi cenderung memuja, melihat sebagai makhluk yang istimewa, tapi tetap berlabelkan sekedar kagum. sementara kagum itu sendiri lebih dari sekedar ala kadarnya.
oi,kagum itu lebih dari sekedar ala kadarnya. tunggu cinta macam apa yang sedang kita bahas sekarang?
yang menghasilkan getaran serupa kekaguman. keduaya lebih dari sekedar ala kadarnya. lalu dimana letak percabanganya hingga yang dilabeli sebagai cinta sementara yang lain sebuah kekaguman?,apa hanya karena yang satu mampu diraih dan yang lain tidak?.
kamu pernah mengidolakan tokoh dari sesamamu kan?, banyak yang mengidolakan Lady D, mungirn srimulyani,khadijah atau bahkan ken dedes sekalipun. apa itu kamu sebut sebagai cinta?
lalu bagaimana ketika aku mengidolakan sahabatku?, sebut saja aku menaruh kagum pada si A,teman sepermainanku. aku memandang dia hampir setiap saat, tertawa saat dia tertawa, hanya karena aku menemukan alasan atas bahagiaku apa itu hanya sekedar kagum?. bisa jadi itu juga cinta kan??
kalo tokohnya dari orang yang dekat dengan lingkunganmu sendiri,kesanya jadi blur kan?. itu bisa meledak kapan saja,kecuali kalau kita sendiri yang terus menahanya, membentuk nya menjadi kagum. ini yang mau aku tahu, ada unsur menahan disini, apa kalo di lepaskan itu juga akan menjalar jadi cintta?
tidak selalu, bisa saja. tapi tidak ada hukum pasti yang menjelaskan tentang itu.
kagum itu hanya antara sang pengagum dengan idolanya, ada semesta sendiri. sekalipun transparan, itu tetap terpisah dariku dan nyata nya jagad raya. mereka dalam kratonya sendiri.
ya seperti itulah,
lantas boleh aku cemburu??
tidak, karena cemburu adalah milik cinta bukan kagum.
lalu?
pastikan dulu itu sekedar kekaguman.
aaaah,dari tadi ini berbelit belit. bagaimana cara membuktikanya? dengan waktu?, lantas harus ku teukan dia sudah jatuh cinta begitu dalam pada idolanya, dia dalam tabir yang tertembus aku?,lantas aku hanya bisa mengikhlaskan??,bodoh benar cinta.
memang itu siklusnya.
waktu yang akan membantu kamu,dia dan semua,mengerti.
pertama-tama biar aku jelaskan. ini adalah satu percakapan hati yang terangkum begitu saja pada media kertas. jadi yang bicara disini adalah aku dan diriku. =)
setiap pindah alinea/paragraf.artinya sisi hatiku yang lain yang bicara,bisa dimengerti?. (bisaa aja deh)
kagum itu wujud kecintaan seseorang kepada sesamanya. tinggal tunggu waktu sebelum yang bersangkutan menyadari unsur cinta dari kekaguman itu. stuju?
enggak.
lo kok enggak?,itu bisa jadi awal yang sempurna buat cinta to?. tinggal masalah waktu apakah kesadaranya akan datang atau dibiarkan mengambang atas nama kekaguman.
beda, kagum itu beralasan,sementara cinta tidak.
hemb,terus posisinya kagum itu sendiri dimana?, lebih dari sekedar cinta. lebih dari sekedar luka. tapi dia bukan cinta apalagi luka. tidak berusaha memiliki, tapi terus saja melihat ke arah yang sama.
kagum tidak menimbulkan luka menurutku.
lantas dimana posisinya?
kagum bukan cinta, kagum juga bukan luka. tidak ingin memiliki tapi juga bukan kerinduan.
kalau bicara soal rasa, kecuali asam,manis,pahit,asin rasanya semua diluar kadar "ngeh" nya aku. dan kekaguman itu bikin sekujur tubuhku menggigil cemburu sendiri.
kagum itu tak serupa cinta,kagum mu hanya akan menggebu sesaat. sementara cinta tak mengenal arti selamanya. waktunya tak terbaca.
konsep tentang kekaguman itu bikin sekujur tubuhku cemburu sendiri. mengagumi cenderung memuja, melihat sebagai makhluk yang istimewa, tapi tetap berlabelkan sekedar kagum. sementara kagum itu sendiri lebih dari sekedar ala kadarnya.
oi,kagum itu lebih dari sekedar ala kadarnya. tunggu cinta macam apa yang sedang kita bahas sekarang?
yang menghasilkan getaran serupa kekaguman. keduaya lebih dari sekedar ala kadarnya. lalu dimana letak percabanganya hingga yang dilabeli sebagai cinta sementara yang lain sebuah kekaguman?,apa hanya karena yang satu mampu diraih dan yang lain tidak?.
kamu pernah mengidolakan tokoh dari sesamamu kan?, banyak yang mengidolakan Lady D, mungirn srimulyani,khadijah atau bahkan ken dedes sekalipun. apa itu kamu sebut sebagai cinta?
lalu bagaimana ketika aku mengidolakan sahabatku?, sebut saja aku menaruh kagum pada si A,teman sepermainanku. aku memandang dia hampir setiap saat, tertawa saat dia tertawa, hanya karena aku menemukan alasan atas bahagiaku apa itu hanya sekedar kagum?. bisa jadi itu juga cinta kan??
kalo tokohnya dari orang yang dekat dengan lingkunganmu sendiri,kesanya jadi blur kan?. itu bisa meledak kapan saja,kecuali kalau kita sendiri yang terus menahanya, membentuk nya menjadi kagum. ini yang mau aku tahu, ada unsur menahan disini, apa kalo di lepaskan itu juga akan menjalar jadi cintta?
tidak selalu, bisa saja. tapi tidak ada hukum pasti yang menjelaskan tentang itu.
kagum itu hanya antara sang pengagum dengan idolanya, ada semesta sendiri. sekalipun transparan, itu tetap terpisah dariku dan nyata nya jagad raya. mereka dalam kratonya sendiri.
ya seperti itulah,
lantas boleh aku cemburu??
tidak, karena cemburu adalah milik cinta bukan kagum.
lalu?
pastikan dulu itu sekedar kekaguman.
aaaah,dari tadi ini berbelit belit. bagaimana cara membuktikanya? dengan waktu?, lantas harus ku teukan dia sudah jatuh cinta begitu dalam pada idolanya, dia dalam tabir yang tertembus aku?,lantas aku hanya bisa mengikhlaskan??,bodoh benar cinta.
memang itu siklusnya.
waktu yang akan membantu kamu,dia dan semua,mengerti.
Langganan:
Postingan (Atom)