orang yang (rencananya) akan ku nikahi mendadak menjadi orang asing, yang setiap waktunya seolah berontak minta di bebaskan.
orang yang bertahun-tahun aku panggil papa,dalam sekejap mata menjadi orang lain,yang sama sekali tak aku kenali.
dan mama, mama orang yang seumur hidupnya ada buatku bersandar kala jatuh, yang selalu ada memeluk aku manja. tiba-tiba berubah kaku,mematung, dingin seperti pahatan es.
mendadak semua yang aku tahu, yang aku kenal menjadi asing buatku.
gugurnya daun,
desirnya angin,
mendung, bahkan gerimis yang biasanya jadi kecintaanku.
sosok dalam cermin itupun tak luput dari virus "mendadak aneh". sosok di cermin itu seharusnya aku, dan memang begitulah pada prinsipnya. tapi benarkah seperti itu rupaku?
aku mulai ragu. aku mulai menyanksikan segala hal. segala rupa kehidupan, termasuk yang terpantul dari cermin itu. termasuk kehidupanku sendiri.
pernahkah kamu rasa orang yang biasanya mengelilingi kamu, ada di sisimu. menjadi sama membingungkanya dengan keberadaan alien?.
anakmu, kekasihmu,istri atau mungkin suami mu, menjadi sekedar potret kabur, dimana sosok dalam foto itu rasanya pernah kamu kenal baik, dulu.
lalu kamu mulai mempertanyakan eksistensi mereka. lalu menjadi limbung atas keberadaanmu sendiri.
sumpah, aku tidak sedang marah, tidak pada siapapun. tidak pada mama,papa,orang-orang itu, tidak juga pada diriku sendiri. aku juga tidak sedang berusaha melarikan diri, memangnya aku harus lari dari apa dan hendak kemana?,lagipula tempat apa yang mampu menyembunyikan aku dari "aku"?. aku juga bukan seorang yang tengah melakukan perawatan medis,aku tidak sedang gila,mencoba gila. bahkan aku tak sedang berminat untuk menjadi gila. yakinlah dengan hal itu.
aku hanya ingin disini sendirian,
sumpah bukan karena amarah,iri,dengki atau hal serupanya. mungkin aku hanya sedang limbung, jiwaku sedang kembung. terlalu banyak angin menderu dan menerpa batas sadarku belakangan ini.
tapi sumpah aku masih memegang kendali atas diriku. aku masih belum kehilangan batas sadarku. aku masih baik-baik saja secara fisik maupun kejiwaan. sekali lagi yakinilah itu.
hanya saja sebagiandari jiwaku merajuk.
memohon ruang dan waktu ekstra kali ini. untuk terkapar sendiri disini. diam dan duduk manis.
hanya demi menunggu mereka, semua substansi itu datang menjemputku, dan memastikan segalanya masih akan sama buatku. masih ada tempat buatku di dunia nya,dunia mereka. di tempat yang aku sebut keluarga maupun di rongga yang aku panggil hati.
aku harap mereka mampu menjelaskan, apakah aku yang mendadak jadi alien dalam ruang sadar mereka atau mereka yang baru saja mlungsungi, berganti kulit. hingga aku rasa begitu asing dengan sosok-sosok itu.
aku masih akan disini. diam dan duduk manis,
hanya demi menunggu satu penjelasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar