Malang 25 juli 2009
Percaya atau tidak.Mengerti adalah hal paling rumit dan paling mudah yang bisa kita lakukan.Kadangs eolah tanpa perlu usaha apapun seseorang bisa mengerti dengan baik apa yang kita mau.Tapi kadang butuh lebih dari 100.000 cara untuk sekedar membuat seseorang melihat keberadaan kita.Tak harus jauh melihat ke arah segerombolan masyarakat di luar sana,sering kali orang orang terdekat kita pun masih butuh banyak waktu untuk memahami kita.Lalu sebenarnya di mana letak kesalahan atau titik sulitnya dalam mengerti seseorang?.
Yakin atau tidak,sebenarnya setiap orang memiliki sensitifitas yang sama hanya saja ada yang bisa menunjukan ada pula yang hanya di simpan sendiri.di sini letak masalahnya.Sensitifitas di gunakan untuk media mencari dan mengetahui apa yang di inginkan orang lain,sayangnya tidak semua manusia bisa mengerti tanda tanda yang sama.Ada orang yang dalam diam pun mereka bicara,ada pula yang memang butuh kata untuk menyampaikan apa yang di rasa tapi ada pula yang dalam bicara sebenarnya mereka hampa.cara terbaik untuk di mengerti adalah mencoba MENGERTI.Intinya mulailah dari diri anda sendiri.Mulailah untuk mendengar dan diam ketika orang lain bicara,mulailah untuk sedikit mengalah dan buat lebih banyak celah di sekitar anda.
Hal konkret yang mungkin bisa anda lakukan,misalnya*
1.mendengar dan diam ketika orang lain bicara
2.lebih memperhatikan gesture yang di tunjukan
3.tidak menutup diri pada satu lingkungan,eksklusifitas semcam itu justru akan memupuk jiwa egoisitas anda nantinya.
4.Bergaul dan bergaul
5.Tersenyum adalah usaha paling mudah untuk membuat mereka merasa nyaman di dekat kita.
do that!!dan rasakan bedanya....
Sabtu, 25 Juli 2009
PROLOG UNTUK AWAL BARU
malang,25 juli 2009
Saya sedang merasa kosong dan sedikit berlubang.Ada yang kurang,ada yang hilang.Ada sesuatu yang hambar dan semakin menjadi jadi ketika saya sedang sendiri.Anehnya perasaan semacam ini hanya saya temui ketika saya benar benar sedang sendiri dan terpaku pada sebuah lembar kosong.Sindrome ini akan semakin parah ketika saya berhadapan dengan laptop saya.Saya tiba tiba bisa mengulas habis tentang perasaan dan pemikiran konyol yang entah bagaiman terlintas begitu saja.Saat beranjak dari kursi atau beralih sejenak saja,semua emosi yang terbangun seolah menguap lalu hilang begitu saja.Sekarang semua sedang berputar seperti sebuah mesin cuci.Melempar lembaran lembaran kain berisi untaian cerita agar tercampur semua.Entah untuk menyatukan semua memori itu atau untuk melupakan semua saya juga tidak terlalu memahaminya.Yang saya tahu saat saya duduk dan diam benar benar diam di depan laptop,jari saya akan bekerja tanpa instruksi.Mengabadikan tiap tiap kenangan yang terjadi hari ini,atau mungkin kemarin.Saya bukan orang yang selalu mengup date tulisan saya.Saya juga tidak terlalu peduli adakah orang yang membaca tulisan saya.Yang saya tahu,ketika selesai menulis perasaan saya jadi sedikit lebih ringan,PLONG.Saya bukan manusia sempurna yang akan selalu menuliskan kebaikan dalam tiap kata,tapi juga bukan manusia biadab yang terus terusan memotar balikan fakta.Yang saya lakukan hanya menulis sesuai hati nurani saya.Mulai hari ini,semoga saya benar benar bisa berbagi cerita dan pengalaman pada mereka yang nanti kesasar pada blog ini.
Saya sedang merasa kosong dan sedikit berlubang.Ada yang kurang,ada yang hilang.Ada sesuatu yang hambar dan semakin menjadi jadi ketika saya sedang sendiri.Anehnya perasaan semacam ini hanya saya temui ketika saya benar benar sedang sendiri dan terpaku pada sebuah lembar kosong.Sindrome ini akan semakin parah ketika saya berhadapan dengan laptop saya.Saya tiba tiba bisa mengulas habis tentang perasaan dan pemikiran konyol yang entah bagaiman terlintas begitu saja.Saat beranjak dari kursi atau beralih sejenak saja,semua emosi yang terbangun seolah menguap lalu hilang begitu saja.Sekarang semua sedang berputar seperti sebuah mesin cuci.Melempar lembaran lembaran kain berisi untaian cerita agar tercampur semua.Entah untuk menyatukan semua memori itu atau untuk melupakan semua saya juga tidak terlalu memahaminya.Yang saya tahu saat saya duduk dan diam benar benar diam di depan laptop,jari saya akan bekerja tanpa instruksi.Mengabadikan tiap tiap kenangan yang terjadi hari ini,atau mungkin kemarin.Saya bukan orang yang selalu mengup date tulisan saya.Saya juga tidak terlalu peduli adakah orang yang membaca tulisan saya.Yang saya tahu,ketika selesai menulis perasaan saya jadi sedikit lebih ringan,PLONG.Saya bukan manusia sempurna yang akan selalu menuliskan kebaikan dalam tiap kata,tapi juga bukan manusia biadab yang terus terusan memotar balikan fakta.Yang saya lakukan hanya menulis sesuai hati nurani saya.Mulai hari ini,semoga saya benar benar bisa berbagi cerita dan pengalaman pada mereka yang nanti kesasar pada blog ini.
Jumat, 03 Juli 2009
Malang,5 juli 2009
Saya sedang merasa sangat amat bosan,terlalu bosan untuksekedar tidur siang.You know what??
I love this loneliness.Saya sudah mulai sangat amat terbiasa untuk menghabiskan waktu dengan dunia saya sendiri.Dan saya menikmati iu semua.jadi sistem pertahanan diri saya cenderung menolak ssegala hal yang bisa mengusik kehidupan dan rutinitas yang suda susah payah saya bangun.Misalnya saja soal tamu yang pada akhirnya justru kerasan di rumah saya.
Sekali waktu,ya okelah.Saya juga akan berusah membuat dia bak raja di rumah saya.Tapi kalo pada akhirnya dia terlalu senang tinggal dir umah saya,itu menjadi ancaman besar bagi saya.karena bukan dia yang akhirnya mengikuti rutinitas harian saya,malah justru saya yang harus beradaptasi dengan keberadaanya.Dan saya tidak suka itu.
Sebut saja saya egois atau mau menang sendiri,tapi tohh nyatanya ini memang rumah saya,dan saya pikir saya jauh lebih berhak untuk hidup tenang damai sentosa ketimbang dia.Okelah,sekarang anggap saja dia juga berusaha menyesuaiakan diri dengan kehidupan saya,tapi toh pada kenyataanya bukan itu yang mengganggu hidup saya.Keberadaanya itu lho yang membuat semua rutinitas saya terbengkalai.
Karena itu saya lebih suka mencari teman dari pada saudara,Kalau teman ada batasan jelas yang membuat saya menjadi lebih nyaman.Karena kalau teman kita masih di berikan ruang untuk sendiri.Kalau saudara,dia akan merasa sedarah lalu merasa mengerti kita.Dan itu juga yang menyebabkan saya jadi menyukai kesendirian.Bukan berarti saya tidak butuh saudara.bagaimana menjelaskanya ya,saya hanya ingin punya cukup ruang dan waktu untuk berkutat dengan dunia saya sendiri.Begitulah.
Bukanya merasa tidak membutuhkan orang lain,saya ini typikal orang sangat suka berteman.Tapi entah apa yang membuat saya merasa bahwa saudara itu masih orang lain.jadi saya menempatkan posisi saudara itu sejajar dengan teman tapi prakteknya,saudara saudara saya tidak berpikir demikian.Emm,singkatnya mereka berpikir miliku juga miliknya,tapi aku tidak berpikir sama seperti itu,jadilah kesalah pahaman yang menyebalkan bagiku.gila de....
-.-
Saya sedang merasa sangat amat bosan,terlalu bosan untuksekedar tidur siang.You know what??
I love this loneliness.Saya sudah mulai sangat amat terbiasa untuk menghabiskan waktu dengan dunia saya sendiri.Dan saya menikmati iu semua.jadi sistem pertahanan diri saya cenderung menolak ssegala hal yang bisa mengusik kehidupan dan rutinitas yang suda susah payah saya bangun.Misalnya saja soal tamu yang pada akhirnya justru kerasan di rumah saya.
Sekali waktu,ya okelah.Saya juga akan berusah membuat dia bak raja di rumah saya.Tapi kalo pada akhirnya dia terlalu senang tinggal dir umah saya,itu menjadi ancaman besar bagi saya.karena bukan dia yang akhirnya mengikuti rutinitas harian saya,malah justru saya yang harus beradaptasi dengan keberadaanya.Dan saya tidak suka itu.
Sebut saja saya egois atau mau menang sendiri,tapi tohh nyatanya ini memang rumah saya,dan saya pikir saya jauh lebih berhak untuk hidup tenang damai sentosa ketimbang dia.Okelah,sekarang anggap saja dia juga berusaha menyesuaiakan diri dengan kehidupan saya,tapi toh pada kenyataanya bukan itu yang mengganggu hidup saya.Keberadaanya itu lho yang membuat semua rutinitas saya terbengkalai.
Karena itu saya lebih suka mencari teman dari pada saudara,Kalau teman ada batasan jelas yang membuat saya menjadi lebih nyaman.Karena kalau teman kita masih di berikan ruang untuk sendiri.Kalau saudara,dia akan merasa sedarah lalu merasa mengerti kita.Dan itu juga yang menyebabkan saya jadi menyukai kesendirian.Bukan berarti saya tidak butuh saudara.bagaimana menjelaskanya ya,saya hanya ingin punya cukup ruang dan waktu untuk berkutat dengan dunia saya sendiri.Begitulah.
Bukanya merasa tidak membutuhkan orang lain,saya ini typikal orang sangat suka berteman.Tapi entah apa yang membuat saya merasa bahwa saudara itu masih orang lain.jadi saya menempatkan posisi saudara itu sejajar dengan teman tapi prakteknya,saudara saudara saya tidak berpikir demikian.Emm,singkatnya mereka berpikir miliku juga miliknya,tapi aku tidak berpikir sama seperti itu,jadilah kesalah pahaman yang menyebalkan bagiku.gila de....
-.-
Langganan:
Postingan (Atom)