pertama-tama lipatlah sebuah kertas menjadi dua bagian sama besar secara horizontal. kau akan menemukan makna bahwa segala sesuatu pada mulanya selalu merupakan persinggungan dari dua hal,dua peristiwa, dua kekuatan, dua orang yag bertemu atau dipertemukan.
kita tak akan pernah menemukan arti kebahagiaan tanpa terlebih dalu bersinggungan dengan rasa sakit-rasa perih.seperti kita maklumi, Adam akan kesepian tanpa hawa, dan kisah hidup manusia tak mungkin dimulai. barangkali waktu jadi beku dan semesta hanyalah ruang hampa yang tak memiliki apa-apa. hidup tak mencipta gerak,gerak tak menyusun peristiwa,dan peristiwa tak pernah membentangkan kisah macam apapun.
maka,lipatlah sebuah kertas menjadi dua bagian yang sama. pertemukanlah antara satu sisi dengan sisi lainya. lihatlah kau mulai mencipta gerak, dan kau segera tahu bahwa peristiwa-peristiwa hidup berikutnya akan segera dimulai-sebuah lakon mulai dimainkan.
kemudian lipatlah kertas yang terlipat dua tadi dengan sebuah lipatan lain secara vertikal. maka kau akan menjumpai kenyataan bahwa peristiwa selalu merupakan resultan dari persinggunga titik-titik takdir yang dimiliki sejumlah orang.
seseorang memiliki takdirnya sendiri sebagaimana seseorang lainya. takdir mereka berjalan berdasarkan natur tertentu, pada track tertentu, sampai pada sebuah kemungkinan tertentu bahwa mereka berpapasan, beririsan, bersnggungan dengan yang lain. Disanalah Adam menemukan makna "pertemuan", sebgaimana pertama kali ia menjumpai hawa pada tatapan pertamanya di surga-yang membuat detik kehidupanya berdetak. disanalah hidup dimulai sebagai fusi sinergis yang harmonis antara takdir seseorang dengan yang lainya.
kini lepaskanlah lipatan yang ke dua,maka kau akan menemukan sebuah pola berupa garis lurus vertikal. garis itulah yang akan menjadi "gurat" yang menentukan peristiwa-peristiwa berikutnya. semacam jejak yang ditinggalkan sebab memang "harus" ditinggalkan. gurat itulah yang akan menuntun hidup pada sebuah kerja perbaikan, upaya menentukan "sikap yg lain".
Adam dan hawa terusir dari surga setelah menggigit buah pengetahuan,lalu surga menjelma semacam "jejak" atau "gurat" bagi seluruh "kerja perbaikan", taubat, mereka berdua dalam rangka menempuh hidup mereka selanjutnya. kelak, jejak itu pulalah yang senantiasa mereka lacak sepajang hidupnya,"pulang".
tariklah sisi kiri dan kanan atas kertas tadi menjadi sebuah lipatan berbentuk segitiga-pertemukanlah ujung lipatannya tepat di tengah-tengah garis vertikal tadi. inilah perjalanan kembali melacak jejak,setelah perpisahan,kadang hidup memang harus dijalani dengan keteguhan dan pilihan hati masing-masing-sampai suatu hari kita bertemu kembali atau dipertemukan kembali. Itulah yang dirapalkan Adam dan Hawa dalam pengembaraan mereka masing-masing untuk "saling menemukan". hingga kelak mereka kembali bertemu-atau dipertemukan-di gunung cahaya,jabal Nur.
pada bagian bawah yang tersisa,buatlah lipatan segitiga kecil hingga ujungnya bersinggungan dengan segitiga diatasnya. lakukan di kedua sisinya. hingga kau mendapati sebuah segitiga sama kaki berbentuk mirip caping petani.
tuan/nona/nyonya.pada suatu titik tertentu,seperti sekarang,kau akan melihat hidup sebagai konfigurasi peristiwa pada giliranya membentuk sebuah kontinen makna.seperti bentuk yang kau dapatkan sejauh ini-dari kerja melipat-lipat yang kau lakukan. kau cukup bahagia sejauh ini,bukan?. Ya begitulah,ada beberapa peristiwa yang membuatmu sedih,bebas,bahagia, atau hampa. di sini, barangkali memaknai hidup sama seperti menikmati sebuah lukisan abstrak. kadang hidup bukan dihitung,tapi untuk diperhitungkan.bukan untuk dipikir tapi untuk dirasakan. seperti menebak judul lukisan abstrak, kadang hidup tak perlu di beri "judul" cukup di jalani saja.
ada sebuah ruang yang tercipta di tengah bentuk segitiga sama kaki tadi. bukalah dari bagian bawahnya lalu pertemukan sudut kiri bawah dengan kanan bawahnya, kau akan mendapati sebuah bentuk lain: wajik. inilah bagian yang terpenting dari keseluruhan perjalanan,saat setiap ruas saling menggenapkan. saat satu peristiwa menghubungkan diri dengan peristiwa lainya hingga terbaca sebagai sebuah cerita.
peristiwa yang membuatmu tertawa terbahak-bahak pada suatu hari,membuatmu tersenyum getir pada hari lainya. peristiwa yang pernah membuatmu senggugukan barangkali juga menjadi peristiwa yang membuatmu merasa bebas diwaktu lain.
hh,tak ada yang abadi kecuali ketidak abadian itu sendiri. kebahagian hanyalah satu sisi dari wajah lain kesedihan, seperti "tertekan" kadang-kadang juga merupakan nama lain dari "bebas". dibagian seperti ini, seseorang yang rela membaca kembali jejak dan peristiwa yang tertinggal akan bisa membaca hampir secara keseluruhan peristiwa-cerita yang (hampir) utuh. ketika seluruh cerita terbaca,seluruh peristiwapun terlacak.
pada bagian akhir, lipatlah bawah wajik itu ke atas-lakukan juga pada bagin sebaliknya. kau akan mendapati segitiga yang lain, lalu lakukan hal yang sama seperti ketika kau melipat bagian bawah segitiga menjadi bentuk wajik. kini kau punya bentuk wajik yang indah, yang merupakan konfigurasi apik dari lipatan demi lipatan. tepat di bagian atas,kau memiliki dua bagian rekah seprti kuncup, tariklah kuncup itu menjauh. dan kau akan mendapati perahu kertas....,
disana, sadarilah tuan/nona/nyonya,setiap detiknya, hidup adalah perjalanan menemukan bentuk. seberapa jauh manusia harus berjalan untuk di sebut manusia?,brapa peristiwa yang harus dialami untuk bisa mengerti semuanya?,hanya kamu yang tahu,setiap orang punya kuasa atas hidupnya sendiri-sendiri,atas perahu kertasnya sendiri-sendiri,
selanjutnya tiap orang pasti butuh teman berlayar. itulah sebabnya aku butuh kamu,seseorang yang akan menemaniku berlayar,melacak jejak "pulang". menuju Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar