A:apa yang membuatmu bertahan?,padahal nyata dia hanya menunggumu melangkah pergi sendiri,
B:karena hati ini layak diperjuangkan,
A: sebelah mananya yg kamu sebut sebagai perjuangan??,ini semua kebodohan. Ayo dong buka matamu,dia hanya menunggu kamu pergi dengan keinginanmu sendiri,dia cuma tidak ingin bersikap jahat,
B: dia memang tidak jahat,
A: hai nonna pemimpi,bangun dan lihatlah kenyataan!!
B: hahaha,aku melihat kok,,,aku tahu apa yang ada dan sedang terjadi di depanku,
A: kalau begitu,kenapa bertahan?
B: karena hati ini layak diperjuangkan,karena dia layak aku perjuangkan, karena semua ini layak di perjuangkan.
A: kamu egois,naif atau bodoh??,mana yg kamu sebut perjuangan??,siapa yang sedang kamu perjuangkan!!!,
B:aku memperjuangkan apa yang aku anggap baik,sayang,,,
A: apa yang baik dari semua ini??,dia sebenarnya sudah meronta akan keadaan ini,masih kamu ingin mempertahankan dia?
B: haha,ya kamu ada benarnya,,,tapi aku tidak ingin berhenti di titik ini,,
A: lalu???
B: biar aku coba sekali lagi,,,
A: sampai kapan mau begini??
B: sampai dia yang tak tahan sendiri, dan meminta aku pergi,
A: kamu egois dong brarti,,
B: haha,aku hanya tidak ingin melepaskan apa yang bahkan belum sempat aku genggam,sweety,
A: nah,thats the point,''belum sempat aku genggam'',,,brati kamu sadar dong dia bukan milikmu,bukan seharusnya diperjuangkan. Pergi sajalah, kamu benar-benar suka mempersulit keadaan,
B:mempersulit gimana??
A: ya begini,akan jadi sederhana,ketika kamu lepaskan. Toh nothing to lose dong,,,
B: haha,iya juga sih ya,,,tapi aku mau disini,,,
A: kamu membuat hal yang sederhana jadi rumit,
B: yaaa maaap,aku hanya ingin membuat segalanya seperti semula,
A: haaaah,bagaimana jika itu semua butuh waktu lama??
B: ya aku bertahan untuk waktu yang lama,,,simpel saja kan,
A: kalau dia tidak juga kembali seperti apa mau mu??
B: hahaha,entahlah,
A: tu kan,bingung,apalagi aku,padahal kita satu ruas hati yang sama lo ya,,,kamu keras kepala,hahaha,,,sudahlah,nanti kita sambung lagi,,
B: siap,nona,,,jangan coba2 racuni aku dengan kerealistisanmu lagi, aku punya keyakinanku sendiri. Keyakinan yang mungkin hanya akan menjadi lelucon bagimu dan semua pemikiran realistismu,,,tapi aku yakin akan hal itu. Suatu saat nanti,kita akan temukan.
A: apa???
B: dia.
itu beberapa obrolan singkat yang terjadi,sebelum pain killer ku datang, sebelum aku dibius dalam valium. jatuh cinta lagi,haha,,,dan lagi-lagi aku harus menahan semua lewat rentetan valium yang melewati kerongkonganku, entah sudah berapa puluh kali dalam 2 jam terakhir.
aku butuh obat tidur, untuk menjaga mataku terpejam lebih lama. karena aku kelelahan.