Kamis, 14 April 2011

first kiss?

"waktu dalam dekapmu,aku seolah buta akan salah dan benar,hanya ingin lebih lama mendengar degup jantungmu,itu saja,,," 

Jam 7 lewat kamu baru datang, dari balik pintu kaca itu, aku mengenali sosokmu. Kamu sibuk menjetikan jari-jarimu pada sederet huruf,hendak mengirimkan sesuatu sepertinya. Mungkin untuk ku, mungkin untuk dia.Aku beranjak dari kursi yang sedari tadi tanpa banyak protes menemaniku, merangkai babibu omong kosong. Kamu menangkap kehadiranku, berjalan memperlambat langkah untuk beberapa saat, menunggu reaksi lanjutan dari aku. Aku segera melambaikan tangan pada 2 temanku yang sudah benar-benar tampak berantakan(efek karaoke sambil jingkrak-jingkrak), membuat satu sinyal perpisahan yang umum digunakan. Aku berjalan ke arahmu, mulai menggamit tanganmu, meminta sedikit penjelasan,bahwa sekarang (setidaknya saat ini) kamu milikku. Kita ketuar dari sebuah mall, memasuki mall yang lain. Tak berjarak jauh, hanya beberapa menit ditempuh dengan jalan kaki. Kamu mulai menebak-nebak apa yang hendak aku bicarakan. kamu mulai menerka-nerka apa yang berlarian sejak 30 menit yang lalu, atau mungkin sejak 4 tahun yang lalu,sejak aku mulai kenal kamu.
pintu kaca itu terbuka otomatis,kita menapaki jalan jalan di sekitar hiruk pikuk itu masih dalam pose yang sama, aku masih menggamit tanganmu, mendekatkanya pada jantung yang memburu dashyat. mencoba menyembunyikan itu,dentuman itu, agar kamu tak mendengarnya.
Kita menuju salah satu tempat bermain,(bukan tk), sebentar kita duduk. Aku bilang untuk mengakhiri semua. dan dengan enteng kamu bilang "enggak,,aku kira mau ngomong apa...". aku mengumpulkan sisa-sisa harga diri yang aku miliki untuk mengatakan semua itu dan kamu cuma menanggapi enteng.aku merajuk, memohon satu  pengampunan dari kamu, meminta satu pengabulan, tolong,,,
kamu keukeuh dengan keputusanmu,mencoba mengalihkan pikiran dengan bermain. membuat sekujur tubuhku terasa lemas, aku lelah...

hari  tak akan berakhir hanya dengan sejumput lelah,,,,

masih berlanjut, kali ini kamu genggam tanganku,aku mencoba melarikan diri dari genggam itu, meski harus di akui sisi lain dari tubuh ini,menikmati itu. kita berjalan menuju tempat lain. sekali lagi kita duduk, kamu bicara, aku bicara. sekali lagi aku meminta, mungkin bukan cuma sekali, sudah ratusan semenjak kita berjalan menelusuri jalan-jalan itu tadi. dan masih dengan jawaban yang sama,"enggak", kamu memberikan alasan yang tidak masuk akal, bahkan jika kamu menilai aku masih anak kecil.bahkan itu terdengar konyol sekalipun untuk anak kecil layaknya aku.
kamu mulai meledak-ledak,menunjukan emosi yang tak terbaca. entah apa perbincangan kita sebelumnya, dan entah kenapa tiba-tiba aku mendaratkan satu kecupan singkat di pipimu. aku lupa

8 lewat,,
hampir setengah 9, dan aku masih berada dalam genggamtu, kita keluar dari mall itu, kembali ke tempat sebelumnya. menyusuri jalan yang sama, dengan perasaan sedikit berbeda. akhirnya aku yang reda. kamu menang. duduk sebentar, dan kamu bilang ke kampus yuk,,,(emang deket kampus sih)
aku mengiyakan walau agak ragu. 10 menit(,gak sampek), kita memasuki area kampus, mem-parkir motormu, dan lagi lagi kita berjalan tanpa tujuan,mungkin. aku memang tak mengerti tujuanmu, tapi kamu, rasanya kamu sudah punya segudang aktivitas yang terjadwal sempurna dalam kepala mu. mondar-mandir,aku tak mengerti. sampai kita di depan lift, kamu bilang dengan lucunya,,''aku makan permen ya'', heran aku dengan pernyataanmu itu,,
satu obrolan singkat, dan tiba-tiba aku mendekatkan tubuhku sampai tanpa jarak,''cium aku'', aku juga tersentak pada pernyataanku sendiri. entahlah,,

hari kian pudar saat kamu menggenggam tanganku sekali lagi,
kali ini kita menuju sebuah deretan kamar mandi.

kamu mengecek satu -satu kamar mandi, entah apa yang kamu pastikan. tanpa melepaas tanganku kamu buka satu persatu ruang tanpa lampu itu. pintu terakhir yang kamu buka, lalu menarik aku sedikit kencang, membawa ku masuk kesana, berdua.

entah apa,aku buta akan benar dan salah ketika bersama kamu,,,

gelap,masih aku meraba-raba,kamu sudah mendaratkan bibirmu,tepat di atas bibirku, sedikit tersentak,aku terpejam. Kamu,dengan tubuhmu, kamu dorong aku ke sudut ruang, membiarkan aku terhimpit dinding dinding porselen, membuatku aku tak punya ruang bergerak. Basah, sekelebat itu yang aku ingat. kamu mulai menggiigit bibirku,meletakan lidahmu diantara rongga mulut kita. aku merasa aneh, tapi entahlah aku menikmatinya. cukup lama,kamu cumbui aku, lalu perlahan menarik tubuh yang seolah bersenyawa. kamu peluk aku dan kamu bilang,''jangan pernah berpkir aneh-aneh lagi''. sekuat tenaga aku rengkuh kamu, aku tak ingin melepas kamu (malam ini). setengah berbisik aku bilang,''it's my first''. kamu usap rambutku,,

once more,

kali ini kamu cumbu aku dengan lebih syahdu, tubuhku yang mulai terbiasa, mengikuti alur gerakmu, ketika kamu cumbu aku,ketika kamu mulai menyentuh satu persatu tubuhku. ah entahlah, aku hanya menikmati itu semua. ketika kamu menciumi leherku,aku hanya bisa tersenyum geli. berulang kali kamu kecup bibir,pipi,keningku, berungkali pula kamu bilang jangan berpikir aneh aneh lagi. berulang kali,,
dalam dekapmu aku tak henti  berpikir,apa ini salah??

kamu dan malam itu.
apa itu semua salah?

(thanks for miss anonim,for the inspiration wkakakakakak)

Rabu, 13 April 2011

Malam

Akulah malam
Serpihan rasa lelah dalam senyap
Akulah malam
aku memberimu dingin untuk melupakan
Akulah malam
jangan tentang aku,karena akulah sang malam
Tak pernah ada yang bertanya padaku
lelahkah aku menjadi malam?
lelahkah aku selalu menjadi mimpi?
lelahkah aku tak terlihat?
lelahkah aku berada di sini?
Tak pernah ada yang bertanya
karena tak pernah ada yang peduli..
Akulah sang malam

tentang seorang "sahabat"

Ini sebuah kisah perjalanan hatiku. Terjadi dalam waktu yang tampaknya hanya sekelebat,tapi nyatanya sensasi luka yang timbul sungguh terlampau dalam. Terlalu dalam bahkan untuk bisa mengucur darah.

Aku Jatuh cinta pada pandangan pertama,kedua,ketiga,dan seterusnya,,,

ketika kamu datang dengan senyum lembut itu. Ketika kamu menyapa dan memberikan aku kemampuan untuk berdiri 2 kali lebih tegap.Ketika kamu menawarkan rasa peduli itu.

Semampuku aku menolak,menghindar dari segala pancar hangat itu.
Bukan karena munafik.

tapi karena aku tahu,hatiku tak akan mampu bertahan di dekatmu. dia rapuh.

Kamu bilang aku berharga,di hatimu aku bukan foto bergerombol dengan bingkai kaya ala kadarnya,di hatimu aku foto close up dengan sebuah bingkai emas.
Aku tak terganti,bahkan olehnya. Artiku lebih dari dia. kamu sendiri yang bilang semua itu. Kamu bilang kamu nyaman ada di sebelahku,kamu menertawakan kebodohanmu,bebas membicarakan apa yang kamu mau.Kamu sendiri yang bilang itu..
aku tak pernah minta apalagi memaksa kamu mengatakan itu.
kamu sendiri yang katakan itu. Hingga kamu menyentuh kebanggaanku. Hingga kamu menggenggam kebanggaanku.

lalu,semua berbalik. dia masuk ke hidupmu.

semuanya berubah.Kamu bilang,aku alasanmu meragu. Nyatanya kamu sama sekali tak mengharap keberadaanku. Kamu bilang ada ketakutan,tapi ketika aku beranjak pergi,kamu seolah membukakan pintu itu lebar lebar. Kamu bilang let`s hold each other and jump over the wall. Sekarang aku berdiri tepat di depan dinding itu. Dan kamu,,dimana kamu?


Aku sempat katakan isi hatiku,dan kamu jawab dengan ucap singkat
"anggap saya sebagai sahabat",,,


menurutmu,hatiku ini terbuat dari apa?batu?
hingga sebentar kamu bisa minta hati ini untuk mengerti kamu,lalu nanti kamu minta dia untuk benci kamu,lalu sebentar lagi kamu minta dia untuk kembali memaklumi sikapmu,,,

mampukah aku??

hati ini bukan bak mandi,yang bisa di keringkan dan di isi kembali!

kamu tahu???inginya aku maki kamu,menyalahkan kamu,mencerca,,,
tapi aku tak mampu,,jangankan marah,menatapmu saja aku tak mampu,,


kamu berharga,aku ingin kamu,lebih dari arti kata ingin itu sendiri..
aku hancur,,,^^

puas kah kamu dengan kenyataan ini??