malang,25 Agustus 2011
kecintaan saya pada aksara,membawa saya pada titik ini. dimana saya bergantung pada aksara untuk mengekspresikan sejumlah perasaan. bagaimana saya dan aksara bersinergi dalam kata membentuk rentetan emosi, yang cuma bisa dan selalu hanya bisa saya ceritakan pada huruf,pada kata,pada tanda baca, pada kalimat.
seperti hari ini, ada sebuah emosi yang menggelitik di ulu hati. awalnya hanya bergelayut kesana kemari seperti pot bunga yang berayun diterpa angin,ketika digantung di sudut teras. lalu perlahan,dia menguat. menonjoki jantungku,laksana petinju yang mencintai samsak,hingga memukulinya sepenuh jiwa. bagi petinju samsak itu kawannya, sekaligus lawa paling tangguh. tapi emosi ini, ini layaknya benalu. aku lelah.
apa yang aku rasakan.
kerinduan,kecintaan,kegelisahan,kebencian,keinginan untuk melenyapkan,dengki,iri,sakit hati.
haah,semua bersinergi menjadi satu kesatuan yang menyedihkan.
bisakah itu dimengerti??,bisakah itu beroleh kata maklum?,
bahwa aku tidak bisa,tidak mampu meluapkan emosi ini. kecuali dalam huruf,dalam aksara. yang harus di eja,yang harus dibaca terbata.
tertahan semua,tertahan segalanya. semuanya menjadi satu,ber fusi menjadi satu emosi yang menyedihkan.dan aku cuma bisa membaca terbata, mengeja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar