entah kenapa hatiku selalu terlambat mensekresi enzim-enzim untuk melumat habis semua kenangan. entah memang kerja metabolismeku yang kian memburuk seiring menuanya usiaku. atau mungkin kenangan itu memang terlalu manis untuk di urai satu persatu dalam rentetan molekul yang lalu akan di rombak lagi nantinya.
entah.
rasanya urat-urat di sekujur kakiku menegang. memendek setiap kali langkahku mulai menjauh. rasanya ada serangkaian konspirasi dalam tubuhku,mulai dari ujung ujung otat dan ligamen,sampai pada neuoron dan akson,bahkan dendrit-dendrit yang hanya lembaran buluh pun ikut dalam agresi masal ini. badanku melakukan konfrontasi hebat,setiap kali aku mulai berpikir untuk memberi jarak antara jarak yang sudah terbangun.
ahahahaha,aku ingin berjarak dengan jarak,bukan salah ketik. silahkan mahfumi sendiri maknanya.
setiap kali aku berusaha menarik tuas,untuk menutup aksesku menuju kamu, di saat yang sama,segala keindahan yang entah selama ini tersembunyi dimana, mulai menampakan rupa. satu persatu menghajar alam sadarku, membuat keraguan memberangus sebagian besar nyaliku.lalu aku mulai menciut dalam sepi. aku masih terlalu takut untuk melepaskan peganganku. rasanya gamang ketika nanti tanpa kamu. rasanya tak terbayang jika nanti tanpa kamu.
aku bukan sedang merajuk, tidak. aku hanya mengatakan apa yang berloncatan dalam hati. seperti partikel partikel listrik yang memercikan api ketika putus dari sambungan kabel isolatornya.
aku sayang kamu.
tak cukupkah bagimu itu untuk bertahan disini?
aku sayang kamu.
tak bisakah itu kamu pegang erat dan tetap bertahan disini?
aku sayang kamu.
tak mampukah itu mengganti kecewamu dan membuat kamu tetap bertahan disini?
aku sayang kamu.
tak bisakah itu menjadi alasan bagimu untuk berkata "aku juga".
aku sayang kamu,
dan memang selalu begitu.
aku sayang kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar