Malang,27 juni 2009
Ini bukan lagi berkisah tentang romeo dan juliet seperti posted terakhir saya kemarin.Kali ini berkisah tentang derita anak SMA yang menanti pembagian rapor.Tentang seberapa dingin tangan saya saat ini.Dan seberapa kakunya lidah saya,rasanya tak ada aliran darahnya.
Saat seperti ini,inginya saya lari dan pergi dari kota ini.Saat seperti ini semua rasa berdosa memuncak dan meledak tepat di atas ubun ubun saya.Sekujur tubuh saya dingin.Karena takut.Rsanya saya ingin loncat dari gedung tinggi supaya bisa tewrhindar dari rasa bersalah ini.
Saya merasa berdosa pada ibu bapak saya.Susah susah melahirkan saya ternyata jadinya hanya sebatas ini.Hanya anak yang jauh dari kata sempurna.Nyaris tidak bisa apa apa.Kata orang saya harus optimis.Tapi sebenarnya yang saya lakukan justru narsis.Parahnya jika keyakinan yang saya bangun gagal saya bisa nangis dan itu semua sungguh tragis.Miris.
Saya harap suatu saat otaka saya bisa se encer dwiki,yang rasanya tanpa belajrpun nilainya akan baik baik saja.Atau setidaknya beri saya kemampuan menghafal seperti anak lain.Rasany perut saya akan segera putus saking melilitnya.
Yang saya takutkan bukan apa apa.Kalau ibu bapak saya marah,oke lah saya terima tapi kalau yang keluar malah air mata??saya harus apa???.Saat ini saya merasa banyak sekali buku di tumpuk di pundak saya dengan seribu lembar di masing masing halamanya.Semua berisi kelakuan minus saya di sekolah favorit itu.Saya ini mungkin tipikal orang yang biasa tapi seikit beruntung.Dan kalau boleh saya ingin selalu beruntung.
Saya sedih sekali,saya bingung harus apa,Ini saat di mana akal sehat sudah tidak lagi berguna.Ini saat rasa berdosa dan bersalah yang mengancam dan membayang bayangi jiwa saya.Saya takut ketika nanti lembaran itu di buka bapak ibu saya aka merasa kecewa karena hasil yang jauh dari rata rata.Tolong saya Tuhan,lakukan sesuatu untuk menghindarkan ini dari saya.Jangan biarkan saya menjadi bulan bulanan rasa ini.Bebaskan saya dari rasa bersalah ini.Ubah saja nilai saya jika itu mungkin.Tolong lakukan apa saja agar ibu bapak saya tidak kecewa.amien.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar