Lagi lagi masalah cinta.Hahaha, ^^
Rasanya seisi blog ini membicarakan tentang cinta.Hahaha
ya gimana lagi dong, memang itulah yang masih selalu berputar diantara rutinitas saya setiap harinya. All about love love and love. Oh meeeeen!!!!!!!=.='
Kali ini tentang sesosok manusia yang aku panggil SPEKTRUM. kenapa spektrum? karena buatku dia besinar, mengeluarkan pancaran hangat dan selaksa keindahan (cekirprit). Aku panggil dia spektrum karena pada hakikatnya keberadaanya memang layaknya bias sinar. Dia ada, indah, menerangi, mungkin menghangatkan tapi sebenarnya hanya sekedar ilusi, semu. Dia tampak dekat, seolah tanganku bisa selalu meraihnya dengan mudah. Tapi sebenarnya tiap kali aku menengadahkan tangan, berusaha menapaki kehangatanya, dia menghilang. Seperti spektrum yang terbentuk di ruang udara. Kosong. (ahhhh sedih banget sih,,)
Ini bukan tentang penantian, bukan juga tentang pengharapan, apalagi tentang kesedihan yang menye menye. Sebaliknya ini adalah sebuah kisah bahagia tentang cinta yang tak pernah bersandar pada empunya. hahaha.
kalau ada pepatah, cinta tak harus memiliki, ternyata itu benar. Ya walapun kedengaran klise dan sedikit munafik. (sedikit???=.='). Karena pada dasarnya cinta adalah substansi yang membahagiakan. Yang namanya cinta adalah suatu kumpulan emosi yang terjadi akibat kontak dengan lingkungan sekitarnya. Sebuah rangkaian pemikiran yang merajuk pada kebahagian. Tahu apa artinya??(apa emang??) bahwa ukuran bahagia dalam mencintai adalah sebuah subjektivitas. Tergantung pada masing masing pribadi. Ukuran bahagia bagi anda dan saya tottaly different.
Ini sekelumit kisah yang terjadi dalam hidup saya, dan bagi saya ini sudah cukup membahagiakan.
Kisahnya dimulai saat saya mulai duduk di bangku perguruan tinggi. (yg spp nya mahal gak kira kira). Entah itu sudah hari ke berapa. Yang pasti itu hari jum'at. Saya berkenalan dengan seorang kakak kelas, yang seterusnya akan saya panggil spektrum. Perkenalan yang lucu. Saat semua orang besalaman dan menyebutkan nama masing masing. kami berdua hanya berjabat tangan lalu saling menunggu untuk menyebutkan nama. Sampai akhirnya dia mengerenyitkan dahi, membuat aku sedikit tersentak, lalu berseloroh ringan sambil tertawa. Semua berawal dari sana. Dari situ kami mulai berbincang atau mungkin lebih enak disebut berdialog. Kedekatan kami terjalin begitu saja,seperti air yang memang selalu mengiku alur sungai. Kami pun demikian, seperti sudah ada alur yang menggariskan kami untuk bertemu dan berpisah di percabangan selanjutnya.
sebentar,memang hanya sebentar. Tapi itu sudah cukup membuatku mampu berdiri tegak. (sok banget)
karena aku punya ribuan kenangan yang masih rapi tersusun dalam memory ku. Tentang kami, tentang aku dan spektrum. Aku sempat memiliki waktunya, membunuh malam berdua, merasa diperhatikan. Aku pernah melewatkan ribuan detik kebersamaan, pernah menyentuh kulit tipis putih yang membalut tulang tulang angkuhnya, melihat apa di balik topeng tawa itu, (kami selalu menyebut kepalsuan sebagai sebuah topeng majemuk), aku pernah melewatkan banyak obrolan manis dan kenyamanan magis. aku pernah.Hahaha. Aku masih ingat aroma yang memenuhi rongga paru paruku sore itu, ketika spektrum membawaku menentang pancaran. Bahkan setiap detil aroma rokok dan kopi yang menempel di tubuhnya. Masih lekat semua di ingatanku. Itu semua yang membuat aku berdiri, masih bisa berdiri. =D
mungkin Spektrum akan selamanya menjadi spektrum buatku. Masih akan selalu jadi sebuah impian dan bias cahaya sehabis hujan. Raganya mungkin memang tak ada di sekitarku, hatinya pun sudah terbawa ke kota seberang tempat sang nona berdiam. Tapi kenangan tentang spektrum,kenangan tentang dia tidak akan pergi kemana mana. Akan tetap selalu menjadi miliku dan hanya jadi miliku sendiri.
seharusnya aku melupakan sosok itu. Oknum yang telah menyeruak masuk dan menerobos keluar hatiku sesuka hatinya, seolah hanya dia yang punya rasa. tapi aku tidak ingin melakukanya. Bagiku spektrum itu, dan akan selalu indah. Jadi akan aku kenang dengan cara yang indah juga. Dan tentu saja bukan dengan jalan membencinya. =D
My guardian spectrum. An Angel into the rain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar