Berdiri
mematung memandang senja. Berdiri ribuan detik lamanya dan menunggu sinar
kemerahan itu berlalu.
Aku selalu
bilang, aku benci sunrise ataupun sunset. Menjadikan yang lain sebuah bayangan.
Menjadikan yang lain sekedar latar belakang atas kemegahan rupanya.
Ketika semua
orang sibuk berdecak kagum melihat setengah lingkaran yang seolah menyelam ke
tengah samudra,
aku lebih
memilih untuk menelisik sudut lain, dimana jingga mulai berpelukan dengan malam, dimana satu
dua titik bintang telah berada di sudut langit malu-malu.Aku lebih menikmati
bauran abu-abu itu ketimbang semarak jingga,merah, dan segala rupanya.
Entah karena
aku memang berpandangan berbeda dari mereka semua, atau karena aku terlalu
gengsi mengakui bahwa jingga itu indah. Tapi yang jelas abu-abu selalu menarik
bagiku. Selalu ada pertanyaan dan pernyataan yang menggelitik lewat warna
abu-abu.
Menjadi
berbeda dari lingkunganmu itu tidak salah. Kenapa harus selalu menjadi sama?
Kenapa harus
mengekor pemikiran orang kalau kamu bisa membuat orang lain mengamini
pemikiranmu?
Kita
ditakdirkan dalam tubuh yang berbeda, dan tidak di jadikan dari satu cetakan
yang serupa. Dia meng-create kita
berbeda tidak untuk menjadikan kita semua berusaha menjadi sama,
Lalu kenapa tidak
jalani saja apa yang Dia kehendaki sejak awalnya,
Menjadi
dirimu. Menjadi kamu.
Kamu
seutuhnya.
(HOPE)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar