Selasa, 03 Januari 2012

no tittle


Malang 24 desember 2011

Berdiri mematung memandang senja. Berdiri ribuan detik lamanya dan menunggu sinar kemerahan itu berlalu.

Aku selalu bilang, aku benci sunrise ataupun sunset. Menjadikan yang lain sebuah bayangan. Menjadikan yang lain sekedar latar belakang atas kemegahan rupanya.
Ketika semua orang sibuk berdecak kagum melihat setengah lingkaran yang seolah menyelam ke tengah samudra,

aku lebih memilih untuk menelisik sudut lain, dimana jingga  mulai berpelukan dengan malam, dimana satu dua titik bintang telah berada di sudut langit malu-malu.Aku lebih menikmati bauran abu-abu itu ketimbang semarak jingga,merah, dan segala rupanya.

Entah karena aku memang berpandangan berbeda dari mereka semua, atau karena aku terlalu gengsi mengakui bahwa jingga itu indah. Tapi yang jelas abu-abu selalu menarik bagiku. Selalu ada pertanyaan dan pernyataan yang menggelitik lewat warna abu-abu.

Menjadi berbeda dari lingkunganmu itu tidak salah. Kenapa harus selalu menjadi sama?
Kenapa harus mengekor pemikiran orang kalau kamu bisa membuat orang lain mengamini pemikiranmu?

Kita ditakdirkan dalam tubuh yang berbeda, dan tidak di jadikan dari satu cetakan yang serupa. Dia meng-create kita berbeda tidak untuk menjadikan kita semua berusaha menjadi sama,
Lalu kenapa tidak jalani saja apa yang Dia kehendaki sejak awalnya,
Menjadi dirimu. Menjadi kamu.
Kamu seutuhnya.

(HOPE)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar