Selasa, 03 Januari 2012

mama


Tulisan ini tentang mama,

Tentang seorang perempuan yang menyimpan aku dalam rahim selama jutaan detik. Membiarkan aku merusak bentuk tubuhnya demi untuk menghadirkan aku dalam bentuk nyata di dunia. Selama jutaan detik aku berada dalam satu rimba amniotik, menghisap semua yang dimakanya, menumpang hidup secara parasit dalam tubuhnya. Dan dia membalas semuanya dengan usapan lembut.

Tulisan ini tentang mama,

Tentang seorang perempuan yang terus terjaga selama mingguan, bulanan, hanya karena aku takut terpejam dalam boks bayiku. Hanya karena aku merasa terlalu nyaman berayun di lenganya. Hanya karena aku merasa terlalu aman berada di dekapnya. Dan dia membalas semuanya dengan tersenyum.

Tulisan ini tentang mama.

Tentang seorang perempuan yang mengajari aku bicara. Terbata, dan hanya kata kata ngawur yang keluar dari mulutku. Tak pernah membuat dia berusaha mendiamkan aku. Dia tetap saja mengajak aku bicara, seolah aku mengerti semua yang di katakanya, sekalipun aku lebih sering sibuk sendiri dengan jam yang berdetak, atau dengan cicak yang mendadak lewat di dinding kamarku. Dia tetap tersenyum,dan membalas kata-kata ngawurku.

Tulisan ini tentang mama,

Tentang seorang perempuan yang selalu jadi pihak oposisi buatku ketika aku mulai beranjak dewasa. Aku kehilangan kata pada pargraf ini. Aku bingung. Bagaimana bisa aku selalu berselisih paham dengan dia yang telah memberiku hidup?, dengan dia yang mengayun aku sebelum lelap dalam mimpi?.
Bagaimana aku bisa selalu berdebat dengan dia yang telah mengajariku bicara, mengeja makna?, bagaimana bisa?

Tulisan ini tentang mama.

Tentang seorang perempuan yang telah banyak sekali menangis karena aku.
Tentang seorang perempuan yang telah banyak sekali tersakiti karena aku.

Dan ini aku,
Aku yang menangis karena membuatnya menangis. Tapi masih selalu membuatnya menangis
Aku yang sakit karena membuatnya sakit. Tapi masih selalu menyakitinya.

Dan ini aku.
Yang masih terlalu egois untuk memenuhi satu hal yang dimintanya.
Yang masih terlalu idealis untuk memenuhi satu harapanya.
Yang masih terlalu naif.Yang masih selalu memimpikan kebebasan.

 Maaf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar